Sabtu, 12 Mei 2012

Makassar dan Keindahan (Kuliner) nya

Selamat bertemu kembali..
Pada postingan kali ini, saya akan membawa teman-teman ke Kota Makassar atau dulunya disebut Ujung Pandang. Apa yang terlintas dibenak kita kalau mendengar kata "Makassar"? Pisang Ijo?Coto?Atau Pantai Losari?
hehe..kalau saya sendiri, langsung teringat sama om saya, adik kandung mama saya, yang bertahun-tahun dinas di sana..
Ok, sekarang ayok kita liat apa aja yang ada di sana.
Pertama, bagi yang naek pesawat, kira2 beginilah poto dr jendela pesawat yg saya tumpangi kemarin :)


dan, inilah bandara Makassar...


di perjalanan menuju hotel,saya melewati pelabuhan kota Makassar...


karena hari masih siang, setelah check in, saya memutuskan untuk berjalan seputar hotel, dan guess what? hotel tempat saya menginap ternyata terletak di belakang PANTAI LOSARI..haha..senangnya hatiku..

ini nich view dari kamar hotel..

indah kan?

terus kaki saya melangkah lah ke arah Pantai Losari yang terkenal itu..
sebelum sampai di Losari, dorongan alam meminta saya untuk segera mengisi perut..dan saya baru ingat ternyata pesawat saya jam 5 pagi dan belum 1 piring nasi pun masuk perut..pantessss..finally saya melihat circle K dan mampir bentar buat cari rokok dan cemilan, sekaligus tanya-tanya..

saya : mbak, dekat-dekat sini ada gak yang jual Coto Makassar yang enak? *berhubung saya cuma taunya makanan di sini cuma Coto Makassar*
mbak2 circle K : tidak ada di sini Coto, adanya Pisang Hepe saja..banyak itu di pinggir pantai *dengan logat kental Makassar*
saya yang terbingung-bingung dan penasaran sama apa itu Pisang Hepe, menyerah untuk bertanya lebih lanjut, dan sambil tersenyum karena menahan ketawa mendengar kata "Pisang Hepe", segera bilang "permisi, makasih infonya"...wkwkwk

keluar dari circle K, langsung ketemu Pantai Losari.
Tuhan, alangkah indahnya pemandangan alam yang tersaji di depan mata saya..

tapi kemudian pandangan saya teralih ke serentetan gerobak bertuliskan "Pisang Epe"..oh Pisang Epe toh, bukan Hepe :)
tanpa banyak bencong *cingcong maksud saya*, segera saya hampiri gerobak abang-abang itu, dan memesan satu porsi Pisang Epe..terus si abang bertanya, mau rasa apa. Bingung, panik, karena selama ini yang saya tau pisang ya rasa pisang..apa saya harus pesan pisang rasa stroberry atau jeruk???saya tidak bisa menentukan pesan rasa apa..Thank God, di gerobak ada tulisannya, dan dengan mantab saya putuskan "Rasa coklat bang".


menunggu 5-10 menit untuk hal yang membuat penasaran adalah *minjem istilah neng cantik @princesSyahrini* SESUATU YA.
Finally, pesanan saya datang..oh..ternyata Pisang Epe itu adalah pisang bakar yang ditumpahi *bahasanya apa ya* dilumuri, atau apalah yang sejenis itu, dengan saus yang sesuai selera pemesan.
seperti ini nch..menggoda kan?


 oke..Pisang Epe nya selesai ditebus seharga gak sampe setengah bungkus rokok.

Perjalanan saya lanjutkan ke Pantai Losari..here we go...








setelah puas berpanas ria sambil jejepretan di Losari, saya berniat untuk cari makanan *lagi, dan ternyata di seberang Losari ada ini..



aaaah...senang tak terkita hati ini..wkwkwk

dan saya pun kalap memesan seperti di gambar ini nch..

sepanjang makan, saya kirim poto-poto makanan ini ke teman-teman saya yang otw Makassar karena kami sama-sama dinas ke sini..nasi campur, dengan segitu banyaknya fitur, plus es pallu butung *mesan karena penasaran apa itu es pallu butung*, hanya 15 ribu saja sodara-sodara *sambil tangan di atas #eh

beneran dch, saya super kenyang sekali booooooook....

pulang ke hotel, molor dch..

menjelang maghrib di telpon teman, ternyata mereka sudah smpe Makassar juga, dan langsung ngajak jalan lagi..setelah berunding, kami putuskan keluar abis maghrib aja..waaaah..bakal makan lagi nch kynya..

karena temen yang 2 orang ini baru pertama ke Makassar juga, akhirnya dengan gaya sok guide saya ngajak mereka ke Losari...wkwkwk

Losari di malam hari..



dan ketika lapar melanda, kami menyusuri kawasan wisata kuliner Makassar, dan melihat ada satu ruko yang rame, bertuliskan Mie Titi..penasaran, kami masuk dan mesan masing-masing 1 porsi..

seperti ini nch yang namanya Mie Titi..


ternyata Mie Titi ini ada sejarahnya loh..
hasil googling nch..

Sejarah Mie Titi :
Mie kering adalah sejenis Mie yang dipanggang sampai benar-benar kering dan disiram dengan kuah kental panas yang berisi ayam, udang, bakso, kol, wortel dan sawi. Jenis makanan ini merupakan makanan khas tradisional Makassar dari resep kuno Cina.
Bermula dari resep tradisional China yang dikenal dengan I Fu Mie yang kemudian dikembangkan oleh warga Tionghoa Makassar, dengan cita rasa bawang putihnya yang pekat maka makanan Mie Kering ini akhirnya menjadi makanan popular yang merupakan kegemaran bagi banyak orang.
Dari berbagai referensi, sejarah Mie kering di Makassar berawal dari seorang keturunan Tionghoa bernama Ang Kho Tjao. Makanan ini diperuntukkan bagi sesama warga tionghoa yang ketika itu dilokalisir disebuah kawasan pecinan. Karena pemukiman itu berbaur ditengah warga pribumi, sajian Mie Kering Ang kho Tjao dengan cepat menjadi populer. Mie Kering Ang Kho Tjao menjadi sajian masyarakat umum yang paling digemari. Setelah meninggal, resep masakannya kemudian menurun ke anak-anaknya yaitu Hengky, Awa dan Titi.
Ketiga anak Ang Kho Tjao masing-masing membuka kedai sendiri dan sampai saat ini menjadi popular di Makassar. Kedai milik Titi yang paling digemari sehingga nama mie kering ini akhirnya diidentikan menjadi Mie Titi. Di Makassar, pada umumnya orang menyebut mie kering tersebut dengan nama Mie Titi.
Kendati saat ini mie kering sudah bisa ditemui dimana saja, namun keistimewaan Mie kering di Makassar memiliki cita rasa yang berbeda pada rasa kuahnya.  Kekentalannya dengan rasa asin dan asam yang pas serta dilengkapi kocokan putih telur tercampur rata dalam “adonan”nya. Konon resep Mie kering ini tetap masih menjadi resep keluarga almarhum Ang Kho Tjao dan hanya bisa dinikmati di Makassar. Cita rasanya sangat khas dari perpaduan resep Cina dan Bumbu Makassar yang tidak akan bisa ditemui dimana-mana bahkan di Cina sekalipun.


Oke, kenyang makan Mie Titi, kami lanjut ke hotel untuk berhibernasi, karena sudah hampir tengah malam..

Esoknya, kami sarapan di hotel dengan memilih menu Coto Makassar..sejujurnya, selama sudah hampir 4 tahun saya di Jakarta, banyak sekali warung yang menyediakan Coto Makassar daeng apa gitu..tapi tak satu pun saya coba..karena saya berniat mencobanya langsung di Makassar, dan niat saya alhamdulillah kesampean..yeeey!


selesai bertugas, kami kembali menjelajah Makassar, khususnya kulinernya, karena temen saya yang 2 orang ini pencinta kuliner..

Berhubung tempat wisata kuliner tadi malam belom selesai kami nikmati, kami balik ke situ lagi..dan memutuskan untuk makan sea food, dan lagi-lagi saya kaget, harganya murah banget..untuk 1 ekor ikan kuweh "hanya" Rp 30.000 berukuran besar..cukup buat bertiga sepertinya..dan ternyata saya salah, makan dengan pecinta kuliner itu porsinya gede...wkwkwk

kami pesan ini nch..sedep kan..sluuuurp



 
Kami juga sempatkan menikmati kuliner yang juga kata teman saya adalah salah satu icon kuliner andalan Makassar, Konro Bakar Karebosi..Konro ? yup..Makassar banget kan..wkwkwk...Konro itu ternyata Iga..dan saya baru tau juga..hahaha..Konro Bakar Karebosi terletak di dekat Lapangan yang menjadi icon Kota Makassar, Lapangan Karebosi *kalo gak salah*. Harga untuk 1 porsi kalau saya tidak salah 30ribuan gitu dch.. baiklah, mari kita lihat gimana bentuk Konro Bakar Karebosi itu sodara-sodara...


Malamnya kami mendapatkan tawaran dari seorang sahabat yang kebeneran asli Makassar untuk makan malam di luar, dan lagi-lagi kami senang banget, karena kami wisata kuliner lagi...wkwkwk

Kami yang terus terngiang2 dengan es Pisang ijo walopun udah sering mencicipi di Jakarta, menawarkan diri untuk diajak ke sana..teman yang mengantar malah bingung, "beneran nch mau es pisang ijo aja?" ..tapi kami ngotot, akhirnya kami diajak ke tempat menikmati Es Pisang Ijo..di sana, karena saya sering makan ato minum Es Pisang Ijo, akhirnya memesan Es Pallu Butung lagi..tapi ternyata rasanya senikmat pertama kali saya mereguknya siang ketika saya baru sampai Makassar..wah, berarti emang es Pallu Butung itu enak ya..walopun tempat, dan cara penyajiannya sedikit berbeda, rasanya tetep sama..teman saya pesan es Pisang Ijo..poto di bawah, yang ada warna ijo-nya itu es pisang ijo ya sodara-sodara :)



Puas berpisang ijo ria, kami dikasih kejutan sama teman kami itu, menu makanan yang menjadi icon kota makassar juga, yaitu Palbas Serigala. Apa itu? Palbas itu singkatan dari Pallu Basa yang dijual di Jalan Serigala, Makassar..ooooowwwww...
ternyata enak sekali sodara-sodara..
Ternyata Palbas itu adalah kuliner yang mirip dengan Coto Makassar, yang menurut saya agak lebih kental dan hitam, agak mirip rawon gitu, tapi ada serutan kelapa gongseng nya *bener gak nch bahasanya*.
Sumpah uuueeennnnaaaak banget :)



Gak terasa, perjalanan ke Makassar yang 2 hari itu harus segera berakhir. Rasanya belum cukup kami menikmati Makassar, apalagi seabreg kulinernya. Tapi kenyataan berkata lain..hiks..

Bye Makassar, see you next time..


Sabtu, 05 Mei 2012

Dolanan nang Malang - MBatu

Halo sobat..
kali ini saya akan membagi sedikit cerita dan poto perjalanan saya ke Malang, Jawa Timur.
Sebenernya ke Malang ini saya dalam rangka tugas negara, namun di sela2 jadwal yang padat, saya sempatkan untuk melihat2 sejenak keadaan kota yang terkenal dengan apelnya ini.

Perjalanan dari Jakarta, saya naik Garuda direct flight to Malang..semua berjalan lancar sampai saat sudah akan mendarat di Malang, waktu saya liat ke jendela, ternyata pesawatnya ngitarin gunung, dan seketika saya merasa horror..hahaha..
kebayang kan bro gimana rasanya terbang, dan di sebelah loe ada gunung, rasanya mau nabrak aja..haha..
sayap garuda
ini gunungnya

dan keadaan makin terasa horor pas mendarat..ebuset, baru aja nginjek tanah, pilotnya udah ngerem abis..seketika saya teringat dengan hobi lama saya yang sampe sekarang masih kadang2 saya lakukan, kebut2an :)

di bandara, kami dijemput sama teman sekantor, yang kebeneran asli malang, dan sudah berangkat duluan dan sama2 tugas ke Malang..beliau cerita bahwa untuk bisa mendarat di Bandara malang, seorang pilot harus mendapat ijin khusus karena pendeknya landasan..kata beliau, kalo misalnya terjadi accident, yang salah bukan atas nama maskapai, tapi pilot..deugh serem ah..

ini poto saya waktu baru mendarat di bandara Malang :

welcome nang Malang :)








first impression saya terhadap kota Malang : BERSIH DAN KLASIK

salah satu sudut kota malang

kantor walikota
gereja dekat alun2 Malang

dari bandara, kami langsung meneruskan perjalanan ke sesuai dengan jadwal kedinasan yang sudah kami susun, yaitu ke KPP Pratama Malang Selatan..

inilah foto kantor tujuan kami tersebut :

KPP Pratama Malang Selatan

taman

tempat parkir

KPP Pratama Malang Selatan adalah salah satu kantor pelayanan pajak yang berdesain klasik..suasana benar2 seperti di kantor2 jaman kumpeni..pintu dan jendela masih asli dari jaman belanda.

dari sini, kami langsung makan siang di restoran di pusat kota malang, namanya "Inggil Resto". Konsep restoran ini adalah pengunjung bisa belajar mengenai sejarah Kota Malang, sebuah restoran yang menggabungkan unsur rumah makan dan museum karena di sini kita bisa lihat foto2 sejarah kota Malang . Restoran ini berlokasi di Jalan Gajah Mada 4 Malang.

ini foto2 restoran "Inggil Resto" :

cendol gan

Senin, 12 Juli 2010

Kucing Paling Setia Di Dunia, Berjalan Selama 2 Tahun, Sejauh 3.200 Km Untuk Menemukan Majikan




Seekor kucing berjalan 3.218 kilometer untuk mencari majikannya setelah majikannya pindah rumah tanpa si kucing dari Uzbekistan ke Rusia. Dua tahun kemudian, kucing tersebut berhasil menemukan rumah majikannya di Rusia.
Ravila Hairova, 52 tahun, memutuskan menitipkan kucing hitam piaraannya bernama Karim kepada tetangganya di Gulistan, Uzbekistan. Keputusan tersebut diambil karena Hairova khawatir perubahan kondisi bakal membuat Karim tidak kerasan.

Hairova pun meninggalkan kursi kesayangan Karim dan piring makanan Karim agar Karim merasa kerasan. Akan tetapi, dua tahun kemudian, Hairova menemukan Karim di pintu rumahnya di Liska, Rusia.

“Saya tahu dia hilang dari rumah tetangga saya beberapa hari setelah kami pergi. Dan itu sangat menyedihkan. Tetapi, setelah itu kami tidak pernah mendengar kabar mengenainya lagi,” ujar Hairova.

“Lalu ketika saya berjalan di jalanan, saya melihat kucing yang sepertinya menunggu saya. Ketika saya mendekat, ternyata kucing itu adalah Karim yang berada dalam kondisi kurus serta mengenaskan. Tetapi itu memang benar dia,” ujar Hairova.

“Dia saat ini sangat senang, begitu juga dengan kami. Saya tidak tahu bagaimana ia menemukan kami. Tetapi saya senang ia berhasil menemukan kami,” tambahnya.

Suami Hairova, Lev Kondratyev, 46 tahun, mengatakan,
“Ia tampaknya menggunakan sembilan nyawanya untuk menemukan kami. Tetapi yang pasti itu memang dia.”

“Ada beberapa tanda di tubuhnya, termasuk luka di ekornya, yang menunjukkan memang 100 persen Karim ketika ia berada di depan pintu. Dan ia pun mengenal kami,” aku Kondratyev.

Sumber : tempointeraktif.com

Minggu, 11 April 2010

Memegang Jari, Mengendalikan Emosi



Gerakan memegang jari adalah cara yang sangat mudah untuk mengendalikan emosi. Emosi dan perasaan adalah seperti ombak energi yang bergerak melalui badan, pikiran dan jiwa kita. Di setiap jari kita ada saluran atau meridian aliran energi yang berhubungan dengan organ tubuh dan emosi yang bersangkutan. Perasaan yang sangat kuat atau luar biasa bisa menyumbat atau menghambat aliran energi, yang mengakibatkan rasa sakit atau perasaan sesak di tubuh kita. Memegang jari sambil menarik napas dalam-dalam dapat mengurangi dan menyembuhkan ketegangan fisik dan emosi.

Gerakan memegang jari ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Waktu kita berada dalam keadaan yang sulit, merasa marah, tegang, takut atau menangis, jari bisa dipegang untuk membawa rasa damai, fokus dan tenang sehingga kita bisa menhadapi keadaan dan membuat keputusan dengan tenang. Gerakan ini bisa juga dilakukan untuk relaksasi dengan musik, atau dikerjakan sebelum tidur untuk melepaskan persoalan yang dihadapi pada hari itu dan membawa kedamaian, dan ketenangan yang dalam pada tubuh dan jiwa. Latihan ini dapat dikerjakan sendiri atau dengan satu orang lain.

Praktek Memegang Jari



Peganglah tiap jari, satu-persatu, dengan tangan yang lain selama 2 -5 menit. Anda bisa menggunakan tangan yang mana saja. Tarik napas yang dalam, rasakan perasaan kuat atau perasaan yang mengganggu di dalam diri anda. Hembuskan napas secara perlahan dan lepaskan. Bayangkan persaan-perasaan itu mengalir keluar dari ujung jari anda dan masuk ke dalam bumi.

Hirup rasa harmonis, kekuatan dan kesembuhan.

Hembuskan napas secara perlahan, lepaskan perasaan dan problem yang sudah berlalu.

Sering kali waktu jari dipegang, anda bisa merasakan rasa berdenyut ketika energi dan perasaan mengalir dan menjadi seimbang. Anda bisa memegang jari orang lain yang sedang marah atau kesal. Gerakan memegang jari ini sangat membantu untuk anak kecil yang menangis atau mengadat, atau bisa juga digunakan untuk orang yang merasa takut, senewen, sakit atau orang yang hampir meninggal.

Tragedi tsunami telah berakhir bahagia

Bayi kuda nil yang selamat dari tsunami akhirnya mendapatkan ibu baru. Kuda nil yang diberi nama Owen tersapu tsunami yang melanda pantai Kenya Natal lalu, kemudian diselamatkan oleh Haller Park Sanctuary di Mombassa. Trauma, si owen terobati pada seekor kura-kura raksasa yang berusia ratusan tahun yang disebut Mzee, mereka terikat seperti pasangan ibu dan anak.

Kuda nil, dijuluki Owen dan berat sekitar 300 kilogram (650 pon), tersapu ke Sungai Sabaki ke Samudera Hindia, kemudian terpaksa kembali ke pantai ketika gelombang tsunami menghantam pantai Kenya pada tanggal 26 Desember sebelum penjaga satwa menyelamatkannya. "Ini luar biasa. kurang dari satu tahun kura-kura telah mengadopsi kuda nil, kura-kura itu berusia sekitar satu abad, dan kura-kura itu sangat bahagia dengan menjadi seorang 'ibu'," kata Paula ekologiwan Kahumbu, yang bertanggung jawab atas Lafarge Park, kepada AFP.

"Setelah disapu tsunami dan kehilangan induknya, kuda nil itu trauma. Hal itu membuatnya mencari sosok untuk menjadi seorang ibu. Untungnya kuda nil itu menemukan kura-kura dan membentuk ikatan batin yang kuat. Mereka berenang, makan dan tidur bersama," kata ekologi menambahkan. "Kuda nil mengikuti persis kura-kura layaknya mengikuti induknya. Jika seseorang mendekati kura-kura, kuda nil menjadi agresif, seolah-olah melindungi ibu biologisnya," tambah Kahumbu.
























"Owen si kuda nil adalah seorang bayi, ia ditinggalkan di usia yang sangat muda dan baru beradaptasi dengan alam, kuda nil adalah makhluk sosial yang suka tinggal bersama ibu mereka selama empat tahun," jelasnya.

Sekarang, lebih dari setahun kemudian, staf kebun binatang sudah menyerah mencoba melakukan apa pun untuk memisahkan pasangan aneh ini, Termasuk memperkenalkan kuda nil dengan anggota keluarga baru dari spesiesnya, tetapi tetap saja owen lebih menyukai bersama kura kura tersebut.